cara mengobati biduran
Cara Mengobati Biduran dan Cara Mencegah Biduran yang Bisa Dicoba
18/01/2019
gejala usus buntu ringan
Mengenali Gejala Usus Buntu Ringan dan Penyebabnya
21/01/2019

Skema Pembekuan Darah Pada Luka dan Fasenya yang Perlu Diketahui

skema pembekuan darah

Skema Pembekuan Darah – Ketika tubuh kita tergores, maka besar kemungkinan akan mengeluarkan darah. Hal tersebut karena di dalam kulit manusia terdapat saluran-saluran kecil yang dinamakan pembuluh darah. Artinya, ketika kulit tergores, maka pembuluh darah ikut terpotong.

Skema Pembekuan Darah Pada Luka

Seperti selang air yang terpotong, maka darah menjadi tercecer keluar dari kulit ketika ada luka. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita tidak kehabisan darah ketika tergores? Padahal darah bisa saja keluar dari selang atau pembuluh darah yang pecah.

Baca Juga  4 Daftar Makanan Sehat Untuk Diet Golongan Darah O

Tentu saja karena bagian yang pecah tersebut tersumbat melalui proses pembekuan darah. Secara sederhana, pemulihan sebuah luka pada tubuh manusia dapat digambarkan dari skema pembekuan darah sebagai berikut.

skema pembekuan darah adalah

Skema:

Trombosit pecah – mengeluarkan trombokinase – antihemofilia akan membuat protombin dan dibentuk vitamin K menjadi trombin – Trombin diubah oleh ion kalsium menjadi fibrinogen – fibrinogen membentuk benang fibrin

Secara lebih detil, menjadi sebagai berikut:

1. Pertama, terjadi luka yang membuat jaringan kulit dan pembuluh darah pecah. Hal ini menyebabkan darah menjadi keluar dari jalurnya.

2. Ketika keping darah atau trombosit pecah, ada enzim trombokinase yang dihasilkan. Di saat yang bersamaan, ada juga reaksi dari ion-ion kalsium dan vitamin K yang mengubah protombin menjadi trombin.

3. Trobin akan memicu fibrinogen untuk membentuk benang-benang fibrin.

4. Benang-benang fibrin akan bertindak sebagai jaring yang membendung darah terus menerus keluar.

5. Darah yang tertahan benang fibrin akan membeku sembari menunggu kulit menumbuhkan jaringan kulit yang rusak. Benang fibrin juga mampu bertindak sebagai pengganti sementara jaringan kulit yang rusak.

Fase-Fase dalam Skema Pembekuan Darah

skema pembekuan darah dalam luka

Dalam pemulihan luka pada tubuh manusia, hal yang paling penting adalah pebekuan darah. Lancarnya pembekuan darah akan mempengaruhi apakah seseorang akan memulihkan luka secara cepat atau lambat. Pembekuan darah atau hemostatis sendiri terjadi dalam 4 fase, yaitu sebagai berikut.

Baca Juga  Alami Hipertensi? Jangan Khawatir Ini 5 Cara Menurunkan Tensi Darah

1. Fase Pertama

Mula-mula, pembuluh darah sudah melakukan penanganan pertama, yaitu berupa kontradiksi bagian yang rusak. Dengan kontradiksi maka lubang yang pecah akan mengecil dan memperkecil aliran darah yang keluar tubuh.

2. Fase Kedua

Setelah melakukan kontradiksi atau pengecilan bagian yang pecah oleh pembuluh darah, giliran trombosit yang membentuk semacam penyumbat di bagian pembuluh darah yang pecah. Caranya adalah kolagen yang mengikat trombosit. Trombosit yang terikat itu kemudian dapat menarik trombosit lain sehingga membentuk sumbatan.

3. Fase Ketiga

Pada fase ini, terjadi pembekuan pada bagian thrombus atau gumpalan darah yang sebelumnya diikat oleh kolagen. Pada saat ini darah sudah tidak lagi keluar, walaupun jaringan kulit belum memperbaiki diri.

4. Fase Keempat

Pada tahap terakhir, ketika luka sudah tertangani, maka darah yang membeku di bagian luka (sebagai pengganti sementara jaringan kulit yang rusak) akan luruh. Barangkali ini akan terasa nikmat bagi kita karena bisa dengan sengaja mengelopeknya.

Itu tadi adalah skema penyembuhan luka secara otomatis oleh tubuh dan skema pembekuan darah yang menyebabkan luka mengering dan tidak terus menerus mengeluarkan darah. Skema tersebut mungkin akan gagal apabila seseorang mengalami beberapa gangguan seperti diabetes dan kekurangan vitamin K.

Baca Juga  Ini Dia Golongan Darah Langka di Dunia dan Karakteristiknya

Beberapa penyakit yang berhubungan dengan darah akan menyebabkan gagalnya kolagen mengikat trombosit, atau kegagalan dalam membentuk trombin, atau juga kegagalan membentuk fibrinogen. Akibatnya, luka pada kulit menjadi berlarut-larut dan darah yang keluar menjadi sulit berhenti.

Selain itu, pada seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit darah tetap harus menjaga kebersihan luka. Bakteri atau virus dapat masuk melalui luka terbuka terssebut dan menyebabkan gagalnya pembeuan darah.

Amry Hidayat

Halo orang-orang, Ini saya, Amry Hidayat. Terima kasih sudah membaca tulisan-tuisan saya, yang semoga tidak membosankan. Jika memang membosankan, tolong dimaklumi selagi saya terus mengasah kemampuan.

Maklumi juga karena saya ini baru anak Mei 1995 kemarin. Gaya saya yang naratif semoga tidak juga mengganggu. Hal itu karena kegiatan yang tidak jauh dari dunia sastra, sampai membuahkan satu buku puisi berjudul Ampre Memper (2015) dan beberapa antologi bersama di tahun selanjutnya

Kalau bukan itu, palingan bermain-main dengan gambar bergerak di instagram @amryhidayat.

Request atau beri masukan soal penulisan konten melalui amryhidayat.official@gmail.com atau cari saja saya di sekitar perempuan yang tertawa terbahak-bahak. Jangan datangi rumah saya, karena kadang di Jogja kadang di Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *