Ragam Masakan Nusantara yang Punya Cerita Sejarah Menarik

Ragam Masakan Nusantara yang Punya Cerita Sejarah Menarik

Sumber Gambar

Bukan hanya dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak kebudayaan, tradisi, serta pemandangan alam yang indah. Di dunia internasional, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang memiliki ragam masakan Nusantara dengan citarasa yang khas. Citarasa autentik dari berbagai kuliner Nusantara tentu tak lepas dari kekayaan rempah-rempah yang tumbuh di Tanah Air. Sebab pada umumnya semua masakan Nusantara sederhana maupun yang mewah akan selalu diolah dengan menggunakan berbagai bumbu rempah-rempah. Hal ini lah yang membuat makanan Indonesia memiliki citarasa yang lezat, unik, dan juga khas.

Tapi tahukah Anda dari begitu banyaknya jenis masakan Nusantara, ada beberapa diantaranya memiliki cerita sejarah yang menarik dan unik, yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Apa saja kuliner Nusantara yang mempunya cerita sejarah yang menarik?

Rendang

Sumber Gambar

Rendang merupakan salah satu masakan Nusantara yang sangat populer di mancanegara. Bahkan kuliner Nusantara yang dikenal berasal dari kota Padang, Sumatera Utara ini juga dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia di peringkat terutama dengan mengalahkan berbagai makanan lezat dari negara-negara lain. Kata rendang sendiri diambil dari kara merendang, yang berarti memasak dengan cara yang lambat atau lama. Secara tradisional, kuliner Nusantara satu ini membutuhkan waktu proses memasak selama tiga sampai tujuh jam dengan menggunakan tungku api yang dimasak dengan menggunakan api kecil.

Tapi mungkin belum banyak orang tahu jika sebelum populer seperti saat ini, sebenarnya rendang merupakan masakan nusantara sederhana yang dijadikan bekal bagi orang Minangkabau (salah satu suku yang ada di daerah Sumatera Barat) yang akan pergi berpergian jauh atau merantau. Rendang dipilih sebagai bekal makanan dalam perjalanan merantau karena makanan Nusantara ini merupakan menu yang dapat bertahan lama atau tidak mudah basi.

Sate Kere

Sumber Gambar

Indonesia memiliki banyak jenis sate, salah satunya adalah sate kere yang merupakan kuliner Nusantara khas Kota Solo Jawa Tengah. Kata kere sendiri berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti miskin. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate kere termasuk masakan Nusantara sederhana karena bahan utama yang digunakan tidak menggunakan daging sama sekali. Bahan utama dari sate ini adalah tempe gembus, yaitu tempe yang terbuat dari ampas tahu Namun untuk bumbu, sate kere menggunakan bumbu kacang seperti sate pada umumnya.

Masakan Nusantara satu ini memiliki sejarah yang cukup unik, sebab pada zaman dahulu sate kere disebut-sebut sebagai simbol perjuangan rakyat kecil pada masa penjajahan. Sebab pada masa itu penduduk lokal mengalami masa-masa sulit dan kemiskinan akibat penjajahan pemerintah kolonial. Hal itu pun membuat mereka tidak bisa mengkonsumsi makanan dari menu olahan daging seperti sate ayam maupun sate sapi. Jadi para penduduk lokal menciptakan menu sate yang dibuat dari tempe gembus sebagai pengganti sate ayam atau sapi. Selain terbuat dari tempe gembus, biasanya beberapa orang akan menambahkan jeroan sapi atau ayam untuk menambah citarasa sate kere. Sebab jeroan merupakan bagian tubuh hewan yang sama sekali tidak dimakan oleh para pemerintah kolonial maupun bangsawan kerajaan, sehingga harganya pun tergolong murah.

Jadah Tempe

Sumber Gambar

Selain gudeg dan nasi kucing, jika berkunjung ke kota Jogja, Anda wajib untuk mencoba makanan khas dari Kota Pelajar tersebut yang tak lain adalah jadah tempe. Jadah Tempe merupakan masakan Nusantara sederhana khas kota Yogyakarta, yang tepatnya berasal dari daerah sekitar lereng Gunung Merapi, Kaliurang. Kuliner Nusantara ini sendiri merupakan gabungan dari dua jenis makanan tradisional masyarakat Jawa, yakni jadah yang merupakan makanan olahan dari ketan dan juga tempe yang diolah dengan cara dibacem, sehingga lebih dikenal dengan nama tempe bacem.

Masakan Nusantara dari Kota Pelajar satu ini memiliki cerita sejarah yang cukup unik. Pada awal mulanya Jadah Tempe merupakan masakan Nusantara sederhana yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat di desa. Namun makanan ini mulai populer di kawasan Kaliurang berkat Sastro Dinomo atau yang lebih akrab disapa dengan nama Mbah Carik, yang mulai menjual makanan ini sejak tahun 1950-an di daerah Kaliurang. Makanan ini semakin populer ketika Sultan Hamengkubuwono IX mencoba mencicipi Jadah Tempe Mbah Carik ini. Perpaduan rasa antara manisnya tempe bacem dengan gurihnya jadah membuat Sultan pun menyukai kuliner Nusantara satu ini. Bahkan Sultan sering mengutus pengawalnya untuk membeli makanan ini di Kaliurang. Hal ini pun membuat jadah tempe menjadi makanan favorit kerabat Kraton Yogyakarta saat berkunjung ke Kaliurang.

Coto Makassar

Sumber Gambar

Coto Makasar merupakan salah satu kuliner Nusantara yang dibuat dengan beberapa jenis bumbu rempah yang menghasilkan rasa kuah coto yang segar, nikmat dan juga gurih. Masakan Nusantara khas Makassar satu ini juga sudah memiliki banyak penggemar di berbagai daerah di Indonesia. Namun tahukah Anda, ternyata kuliner khas Makassar ini sudah ada sejak tahun 1500-an saat Kerajaan Gowa berdiri, lho.

Coto Makassar memang sedikit berbeda dengan soto pada umumnya, kuah Coto Makassar dibuat dengan menggunakan kacang tanah yang dihaluskan sehingga menghasilkan tekstur kuah yang lebih kental. Selain menggunakan daging sapi sebagai isian, kuliner Nusantara ini juga bisa menggunakan jeroan sapi seperti, limpa, lidah, jantung, hati, dan otak sapi. Yang membuat masakan Nusantara sederhana ini menjadi unik adalah bumbu untuk membuat Coto Makassar membutuhkan 40 macam rempah-rempah, lho. Biasanya Coto Makassar dinikmati bersama burasa yang tak lain merupakan ketupat khas Makassar, serta taburan daun bawang dan perasan jeruk nipis.

Onde-onde

Sumber Gambar

Masakan Nusantara sederhana satu ini termasuk dalam jenis jajanan tradisional yang mudah dijumpai baik di toko kue, maupun pasar tradisional. Jajanan berbentuk bulat dengan taburan biji wijen serta isian kacang hijaunya ini, merupakan salah satu kuliner Nusantara yang sangat nikmat jika disantap bersama secangkir teh manis hangat. Tak heran jika jajanan satu ini juga kerap dijadikan sebagai salah satu isian untuk snack box.

Nah, tapi tahukah Anda jika ternyata masakan Nusantara satu ini sudah ada sejak zaman Majapahit? Tapi walau sudah ada di Indonesia sejak zaman dahulu, nyatanya makanan ini aslinya merupakan makanan asal Cina yang sudah ada sejak masa Dinasti Zhou dari tahun 1045–256 SM. Onde-onde pertama kali masuk ke Indonesia ketika para pedagang dari Cina datang untuk berdagang di tahun 1300-1500 M. Awalnya Onde-Onde hanya berisi pasta yang terbuat dari gula merah saja. Namun karena adanya akulturasi budaya, maka oleh masyarakat Indonesia onde-onde ini dimodifikasi dengan penambahan kacang hijau sebagai isian sehingga rasanya menjadi lebih sedikit gurih dan pas di lidah orang Indonesia.

Itu tadi beberapa masakan khas Nusantara mulai dari makanan tradisional hingga jajanan tradisional asal Tanah Air yang memiliki cerita sejarah yang menarik. Dari kelima kuliner Nusantara di atas, mana yang jadi favorit Anda?

Leave a Reply