Picture speaks thousand words. Dan terkadang gambar bisa menggambarkan makna suatu konteks lebih baik daripada tulisan. Selain itu, gambar membuat tulisan menjadi lebih berwarna dan menarik. Statement ini tidak sekedar mengada-ngada, tapi sudah terbukti di momen-momen persiapan pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat. Para artist tidak malu-malu untuk menyampaikan dukungannya kepada Donald Trump maupun Hillary Clinton lewat konsep seni yang kuat, mulai dari yang normal sampai berbau sarkasme. 

Pro Hillary

Deborah Kass – Vote Hillary

Artist yang juga sangat mendukung feminisme ini menunjukkan dukungannya nya kepada Hillary Clinton dengan membuat desain lukisan Donald Trump dengan caption ‘Vote Hillary’  

Molly Smith – I feel Like Hillz

I feel like Hillz sebenarnya merupakan serangkaian kampanye street art. Kampanye ini juga dilengkapi dengan merchandise yang dapat dibeli secara online. Makna dari kampanye ini adalah, wanita tak perlu takut dengan apa yang orang pikirkan tentang diri kita. Jadilah seperti Hilarry Clinton, tak peduli dengan kata orang dan kini beliau menjadi calon presiden. Dalam juga ya maknanya! 

Pro Trump

Art Wing Conspiracy – Think Different

Pesan yang ingin disampaikan sangatlah simpel. Menggunakan campaign  lawas nya Apple, Think Different, grup ini menyampaikan pesan, ketika teman – teman di sekitarmu memilih Clinton, tidak apa – apa. Think Different  dan jadilah berbeda dengan memilih Trump. 

Scott LoBaido, Freedom of Speech

Scott membuat pop up art berbentuk huruf T dengan tema bendera Amerika. Dia menunjukkan nasionalisme nya lewat bendera ini dan mendukung Trump sebagai presiden.

Selain itu, banyak juga artist yang memilih untuk membuat design anti-Clinton maupun anti Trump. Apapun hasil Pemilu tanggal 9 November kemarin, election art ini boleh dijadikan sebagai inspirasi nanti. Jadi penasaran, gimana nantinya waktu Pilpres Indonesia 2019?

 

Sumber: news.artnet.com

SHARE

Related Article

Menyusun Emoji Menjadi Seben...

Replika Peninggalan Seni Zam...

Seni Dalam Kerlap-Kerlip Lam...

Seni dan Jiwa dalam Selembar...