bayi cegukan
Ibu Harus Tahu, Ini Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi
10/08/2018
Cara Menghilangkan Duri di Tenggorokan Secara Tradisional
14/08/2018

Merasa Buta Warna? Lakukan Tes Buta Warna Parsial

Tes Buta Warna Parsial – Buta warna berarti tidak dapat melihat warna dengan semestinya. Jenis penyakit ini disebabkan adanya kerusakan ataupun kelainan pada sel kerucut dalam retina. Akibatnya, mata tidak mampu menangkap spektrum cahaya warna tertentu dari cahaya yang dipantulkan.

Dalam beberapa kasus, buta warna sendiri disebabkan oleh faktor keturunan. Namun, buta warna juga dapat disebabkan karena faktor usia, penyakit, maupun kecelakaan. Secara medis, peluang terjadinya buta warna pada anak laki-laki jauh lebih besar jika dibandingkan dengan anak perempuan.

Penderita buta warna hanya dapat melihat beberapa gradasi warna saja, sedangkan sebagian besar orang normal dapat melihat ratusan warna.

Terkadang, sebagian penderita buta warna akan kesusahan membedakan warna merah dan hijau, namun dpat membedakan warna kuning dan biru dengan mudah.

Jenis-Jenis Buta Warna

Jenis buta warna pun berbeda-beda. Ada juga buta warna total dan ada pula buta warna sebagian atau parsial. Pada buta warna total, seseorang tidak dapat melihat warna sama sekali. Warna yang terlihat hanyalah hitam dan putih saja.

Sedangkan pada buta warna parsial, seseorang hanya kesulitan untuk membedakan warna-warna tertentu saja. Biasanya, seseorang akan kesulitan membedakan warna merah, biru, hijau, ataupun campuran dari berbagai warna.

Buta warna parsial sendiri digolongkan dalam beberapa jenis yang berbada-beda. Jenis-jenis buta warna parsial adalah sebagai berikut.

Protanopia

Protanopia merupakan jenis buta warna parsial yang melihat warna merah tampak seperti hitam. Selain itu, mereka juga akan melihat warna kuning, oranye, dan beberapa warna hijau menjadi kuning.

Protanomali

Buta warna parsial jenis ini akan melihat warna oranye, merah, dan kuning seolah-olah warna hijau. Warna-warna tersebut juga akan tampak tidak secerah warna aslinya. Kelainan ini cenderung dinilai lebih ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Tes Buta Warna Tersulit Untuk Mendeteksi Jenis Buta Warna

Deuteranomali

Penderita deuteranomali akan melihat warna hijau dan kuning mengarah ke warna merah. Selain itu, penderita buta warna parsial jenis ini akan kesulitan membedakan warna ungu dengan warna biru. Kendati demikian, kondisi ini tidak akan mengganggu kegiatan sehari-hari para penderitanya.

Deuteranopia

Penderita buta warna jenis ini akan menangkap warna hijau sebagai krem dan warna merah sebagai kuning kecokelatan.

Tritanopia

Berbeda dengan lainnya, jenis buta warna ini lebih jarang terjadi. Penderita akan melihat warna biru seakan-akan warna hijau. Sedangkan warna kuning akan terlihat layaknya abu-abu terang atau keunguan.

Tritanomali

Kondisi buta warna jenis ini juga tergolong masih sangat langka. Penderita tritanomali kerap kali melihat warna biru menjadi hijau. Selain itu, penderita juga akan dibuat sulit untuk membedakan warna pink dengan merah ataupun kuning.

warna

Tes Buta Warna dengan Menggunakan Kartu Berwarna

Untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit buta warna atupun tidak, maka diperlukan adanya tes buta warna. Tes buta warna dapat dilakukan untuk mendeteksi berbagai jenis buta warna, baik total maupun parsial.

Tes ini biasanya dibutuhkan saat Anda hendak melamar kerja maupun hendak masuk perguruan tinggi.Pada dasarnya, tes buta warna bertujuan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam membedakan warna-warna tertentu pada saat menjalankan tugasnya nanti.

Salah satu jenis tes buta warna parsial yang sering kali digunakan yaitu dengan kartu ishihara. Kartu ini dilengkapi dengan titik-titik berwarna yang akan membentuk suatu pola. Titik-tik tersebut akan membentuk angka, simbol, maupun alur. Kartu-kartu yang akan ditunjukkan nantinya memiliki warna-warna yang berbeda.

Proses melakukan tes buta warna parsial terbilang cukup mudah. Anda hanya perlu duduk dalam sebuah ruangan dengan pencahayaan normal. Kemudian, dokter akan meminta Anda menutup sebuah mata dan menempatkan kartu ishihara di depan Anda sejauh 35 cm.

Baca Juga  Awas, Inilah Ciri Ciri Psikopat dan Pertanyaan Untuk Mendeteksi Psikopat

tes warna

Anda akan diminta untuk membaca angka atau simbol yang ada di dalam kartu. Tak hanya berhenti sampai disitu, Anda juga kemungkinan akan diminta mengikuti alur tertentu dari sebuah kartu ishihara menggunakan jari tangan Anda. Disitu, Anda juga akan mengukur tingkat buta warana yang Anda alami, apakah sebagian atau seluruhnya.

Tes buta warna parsial akan dilakukan pada kedua mata secara bergantian. Selain itu, tes penentuan intensitas warna juga akan dilakukan dengan membandingkan penglihatan antara mata yang satu dengan yang lainnya.

Jika Anda ingin memastkan apakah Anda mengalami buta warna atau tidak, alangkah lebih baik untuk segera melakukan tes buta warna. Tes yang dilakukan oleh dokter spesialis mata ini akan berlangsung dengan cepat dan mudah.

Apabila Anda terbukti mengidap buta warna, Anda tak perlu berkecil hati. Pemeriksaan ini semata-mata hanya ingin mengutamakan keselamatan Anda saat bekerja. Tetaplah semangat, karena masih banyak jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan persyaratan ini.

Karena hingga saat ini belum ditemukannya obat khusus yang dapat menyembuhkan buta warna. Namun, kebanyakan penderita buta warna mampu belajar beradaptasi dan menemukan alternatif lain dalam mengatasi perbedaan warna tersebut.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *